Domain desa.id
Identitas pengenal desa di internet, alamat resmi yang hanya bisa dipakai oleh desa.
Gerakan Desa Membangun berangkat dari keyakinan sederhana: desa bukan sekadar objek pembangunan, tetapi pelakunya. Dari gerakan inilah lahir domain desa.id, semangat keterbukaan informasi di desa, dan pengalaman yang kemudian membentuk Teknologi Panda.
Mari sama-sama, desa membangun dirinya sendiri.
Sebelum desa punya undang-undangnya sendiri, banyak desa sudah mulai menulis kabarnya di internet, membuka anggarannya kepada warga, dan saling belajar antardesa. Gerakan Desa Membangun tumbuh dari kebiasaan itu, dengan Kabupaten Banyumas sebagai salah satu tempat asalnya.
Salah satu tonggaknya adalah domain desa.id. Domain ini pertama kali diperkenalkan oleh Gerakan Desa Membangun pada 1 Mei 2013 untuk mendukung program Desa Membangun Indonesia, yaitu membangun dan mengembangkan desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk pertama kalinya, desa berdiri di internet dengan namanya sendiri.
Puskomedia menjadi saksi panjang pergerakan desa itu: dari perjuangan domain desa.id sampai lahirnya UU Desa. Panda dikembangkan dari pengalaman gerakan keterbukaan informasi di desa bersama Gerakan Desa Membangun dan Gedhe Foundation, dan Panda SID dikembangkan bersama jejaring gerakan ini.
Pada 1 Mei 2013, Gerakan Desa Membangun memperkenalkan domain desa.id sebagai identitas resmi desa di internet.
UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa lahir. Pasal 86 mengakui hak desa atas sistem informasi desa, gagasan yang sudah lama dihidupi gerakan.
Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mempelajari pemanfaatan teknologi informasi Gerakan Desa Membangun lewat kunjungan resmi ke Bappeda Banyumas dan Desa Dermaji, lalu menerapkan sistem informasi berbasis nagari.
Sistem informasi desa yang dikembangkan Puskomedia bersama jejaring Gerakan Desa Membangun dirilis untuk penggunaan nasional.
Desa dan pemerhati desa diajak bergabung kembali, agar desa-desa yang memakai Panda menjadi satu kekuatan bersama dalam membangun perubahan.
Semangat yang sama kini dibawa Teknologi Panda: data yang dicatat desa sendiri, dibaca warganya, dan dipakai daerah untuk keputusan.
Desa yang bergerak bersama Teknologi Panda tidak hanya mendapat aplikasi. Ia mendapat rangkaian alat yang saling menyambung, dari identitas di internet sampai layanan untuk warga.
Identitas pengenal desa di internet, alamat resmi yang hanya bisa dipakai oleh desa.
Tempat publikasi dan transparansi: profil, kabar kegiatan, anggaran, dan potensi desa.
Membantu tata kelola pemerintahan desa, dari data penduduk sampai keuangan dan aset.
Warga mendapatkan pelayanan secara mandiri, mengajukan surat dari rumah dan memantau statusnya.
Layanan pilihan bagi desa yang ingin memakai alamat email dengan domain desa.id.
Memakai Panda berarti ikut memajukan Gerakan Desa Membangun.
Satu desa yang berjalan sendirian mudah kehabisan tenaga. Operatornya pindah tugas, pertanyaan tidak ada yang menjawab, dan pengalaman yang sudah dikumpulkan hilang begitu saja. Desa yang bergerak bersama punya tempat bertanya, punya contoh dari desa tetangga, dan punya pendamping yang mengenal keadaannya.
Sebaliknya, gerakan membutuhkan banyak desa. Makin banyak desa yang bergabung, makin kuat suaranya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan lembaga lain. Itulah sebabnya desa selalu didorong mengajak desa lain: penerapan Teknologi Panda menjadi lebih mudah ketika dikerjakan bersama.
Desa juga dibebaskan dari urusan teknis yang rumit. Server, pembaruan, dan perawatan ditangani tim Puskomedia, sehingga perangkat desa bisa memusatkan perhatian pada yang paling penting: isi, data, dan pelayanan bagi warganya.
Menjadi pelaku utama: mencatat data desanya sendiri, membuka informasi kepada warga, dan melayani dengan lebih cepat.
Membantu desa di sekitarnya memakai teknologi, dari mengisi website sampai merapikan data penduduk. Relawan dapat menjadi pelatih dan pendamping sistem informasi desa.
Membawa Teknologi Panda ke desa dampingan dan mendapat bantuan saat mendampingi.
Ikut mengembangkan, mengintegrasikan, atau menjadi rekanan lokal yang mendukung desa di wilayahnya.
Ceritakan keadaan desa lewat WhatsApp: apa yang sudah berjalan, apa yang paling menyita waktu, dan siapa yang akan mengelola.
Bila belum punya, desa mengajukan domain desa.id sebagai alamat resminya di internet, lewat Dinas Kominfo kabupaten atau kota setempat.
Website desa dan Teknologi Panda diaktifkan. Selama domain diproses, website bisa berjalan lebih dulu dengan alamat sementara.
Ajak minimal satu desa lain untuk berjalan bersama. Belajar berdua lebih mudah daripada sendirian, dan gerakan tumbuh dari ajakan seperti ini.
Perangkat, kader, dan pengelola mengikuti jalur belajar Akademi Panda, lalu menularkannya kepada warga.
DIRAWAT BERSAMA Yang ditangani agar desa fokus pada isi.
Panda dikembangkan dari pengalaman gerakan keterbukaan informasi di desa bersama Gerakan Desa Membangun, dan Panda SID dikembangkan bersama jejaring gerakan ini. Memakai Panda berarti ikut memajukan gerakan.
Arsip panda.id menyebut gerakan keterbukaan informasi di desa dijalankan bersama Gerakan Desa Membangun (Gedhe Foundation). Dari pengalaman itulah Panda dikembangkan.
Domain desa.id adalah identitas resmi desa dan lahir dari perjuangan gerakan ini, sehingga website desa dianjurkan memakai desa.id.
Boleh. Relawan TIK, pendamping, dan pihak swasta dapat menjadi konsultan, pelatih, dan pendamping sistem informasi desa. Hubungi tim lewat WhatsApp untuk memulai.
Sangat dianjurkan. Desa yang berjalan bersama desa tetangga lebih mudah menerapkan Panda karena bisa saling belajar dan saling membantu.
Ceritakan desa Anda, atau desa yang sedang Anda dampingi. Langkah pertamanya bisa disusun bersama.