Kader posyandu, PKK, dan pendata
Mencatat sasaran posyandu, kelompok rentan, dan hasil pendataan langsung di atas data penduduk desa, sehingga tidak ada nama yang ditulis berulang dan tidak ada anak yang terlewat.
Tata kelola cerdas tidak dijalankan pemerintah sendirian. Kader posyandu dan PKK, pendamping desa, relawan TIK dan pegiat desa, akademisi, pengembang, sampai mitra swasta ikut menggerakkannya. Teknologi Panda memberi mereka bahasa data yang sama dengan desa, dengan aturan yang jelas tentang siapa boleh membuka apa.
Data yang dikumpulkan dengan susah payah seharusnya tidak berhenti di buku catatan.
Seorang kader posyandu mencatat berat badan balita di buku tulis setiap bulan. Di akhir bulan ia menyalinnya ke format laporan untuk puskesmas, lalu menyalinnya lagi ketika desa meminta data untuk pendataan SDGs Desa. Nama dan tanggal lahir anak yang sama ditulis tiga kali. Bila ada balita yang pindah atau baru lahir, kabarnya sampai ke kader belakangan.
Seorang pendamping desa memegang beberapa desa sekaligus. Setiap desa menyimpan data dengan cara berbeda, sehingga ia menghabiskan waktu menyamakan lembar kerja sebelum bisa memberi saran. Relawan TIK menjadi tempat bertanya perangkat setiap kali komputer bermasalah atau data hilang karena virus. Akademisi yang meneliti desa harus mengumpulkan data dari awal, dan mitra swasta yang ingin menyalurkan program sulit memastikan programnya sampai kepada yang paling membutuhkan.
Ketika desa memakai Teknologi Panda, kerja mereka bersambung dengan data desa. Kader mencatat di atas data penduduk yang sudah ada. Pendamping membaca keadaan desa dampingannya dengan bahasa yang sama. Relawan membantu dari sistem yang datanya tidak tinggal di satu laptop. Peneliti dan mitra bekerja dengan data yang dibuka desa sesuai izin dan keperluannya.
Mencatat sasaran posyandu, kelompok rentan, dan hasil pendataan langsung di atas data penduduk desa, sehingga tidak ada nama yang ditulis berulang dan tidak ada anak yang terlewat.
Membaca keadaan desa dampingan dari data yang sama dengan perangkat, membantu perencanaan, pelaporan, dan pemutakhiran SDGs Desa, serta menjadi jembatan ketika desa memulai penerapan.
Menjadi tempat belajar perangkat dan warga: memakai layanan daring, menulis berita desa dari ponsel, mengelola media sosial desa, dan merawat website desa.
Meneliti desa dengan data yang dibuka desa sesuai izin, membantu membaca pola dari statistik desa, dan mengembalikan hasil kajian sebagai bahan musyawarah.
Menyalurkan program kemitraan secara tepat sasaran, menyambungkan sistem lewat Integrasi dan API, atau menjadi rekanan yang mendampingi desa di daerahnya.
Data keluarga, penduduk, peristiwa, difabel, dan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, yatim piatu, dan warga dengan sakit menahun. Dasar kerja kader dan pendamping.
Pemantauan kesehatan ibu dan balita yang tersambung dengan data penduduk, sehingga kader tahu sasarannya tanpa mencatat ulang. Bagian dari Teknologi Panda.
Validasi data yang memberi tanda bila ada isian janggal, analisis kelompok rentan dari data yang dimiliki desa, serta rekap berkala yang tersusun sendiri.
Antarmuka pertukaran data yang tertib dan tercatat bagi pengembang dan lembaga yang ingin menyambungkan sistemnya dengan data desa, atas kesepakatan resmi.
Menulis berita desa, membaca statistik, dan menerima kabar desa dari ponsel. Alat sehari-hari relawan dan pegiat desa.
Gambaran keadaan banyak desa dalam satu layar, dibuka sesuai izin pemerintah daerah. Berguna bagi pendamping dan program kemitraan lintas desa.
Teknologi Panda tidak lahir di ruang rapat perusahaan, tetapi dari gerakan keterbukaan informasi di desa bersama Gerakan Desa Membangun. Puskomedia, yang lahir di Cilacap pada 2011, menciptakan Panda untuk mendampingi desa dan mengadvokasikan kebutuhan desa kepada negara. Karena itu sejak awal Panda membuka ruang bagi relawan TIK, pegiat desa, aktivis, lembaga swadaya masyarakat, pengembang, dan para pejuang desa lainnya untuk ikut terlibat.
Di berbagai daerah, rekanan Panda mendampingi desa di wilayahnya sendiri, dari Sumatera dan Jawa sampai Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Mereka paham bahasa, adat, dan kebiasaan setempat, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh sistem mana pun. Daftar rekanan ada di halaman Rekanan, dan cerita gerakannya di halaman Gerakan Desa Membangun.
SDGs Desa menaruh kemitraan untuk pembangunan desa sebagai salah satu tujuannya: kerja sama desa dengan desa lain, pihak ketiga, dan lembaga lain; jaringan internet yang tersedia; informasi sosial ekonomi desa yang bisa diakses publik; dan data statistik desa yang tersedia setiap tahun. Setiap mitra yang bekerja dengan data desa yang rapi ikut menulis tujuan itu.
Perusahaan, lembaga, atau perorangan di daerah bisa menjadi rekanan yang memperkenalkan Teknologi Panda dan mendampingi desa di wilayahnya, dengan bekal pelatihan dan bahan dari Akademi Panda.
Pendamping desa dan relawan TIK bisa terlibat saat desa memulai: membantu memindahkan data, memeriksa NIK ganda, melatih operator, dan menjaga semangat belajar setelah pelatihan selesai.
Pegiat, kader, dan akademisi bisa berbagi cerita dan kajian tentang desa lewat Pustaka Desa, agar praktik baik di satu desa bisa dipelajari desa lain.
Pengembang dan lembaga yang punya sistem sendiri bisa bertukar data dengan desa lewat Integrasi dan API, berdasarkan kesepakatan resmi dengan pemerintah desa atau daerah.
Mitra swasta dan lembaga bisa merancang program yang sasarannya dibaca dari data desa, lalu memantau hasilnya dari data yang sama, misalnya untuk air bersih, kesehatan ibu dan anak, atau BUMDes.
Pihak di luar pemerintah desa sering paling membutuhkan data, dan paling perlu berhati-hati memakainya. Prinsip berikut berlaku bagi siapa pun yang bekerja dengan data desa.
Data dicatat dan dimiliki desa. Akses bagi kader, pendamping, peneliti, atau mitra diberikan oleh pemerintah desa atau daerah sesuai peran dan keperluannya, bukan karena kedekatan.
Yang dibuka hanya data yang dibutuhkan untuk tugasnya. Kader posyandu membutuhkan data balita, bukan data pertanahan; peneliti umumnya cukup dengan statistik tanpa identitas.
Setiap orang memakai akunnya sendiri, sehingga setiap perubahan bisa ditelusuri. Akun tidak dipinjamkan kepada orang lain, sekalipun untuk membantu.
Hasil kajian, pendataan, dan program kembali ke desa sebagai bahan musyawarah dan perencanaan. Data desa tidak dipakai untuk kepentingan di luar kesepakatan, sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Banyak kerja kemitraan berlangsung di luar balai desa. Ruang-ruang berikut berbagi data yang sama dengan desa, lewat platform yang terhubung dengan Teknologi Panda.
Data murid dan sekolah dikelola lewat ASIS, sistem informasi sekolah yang terhubung dengan Panda.
Pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan memakai Basmalah, yang terhubung dengan Panda.
Setoran dan tabungan sampah warga tercatat lewat Puspa.
Pelanggan, meteran, dan tagihan air desa dikelola lewat PAM Digital.
Unit usaha, kas, dan laporan BUMDes tercatat lewat Dumoro.
Jaringan yang menyambungkan balai desa, sekolah, dan rumah warga.
Memahami standar data keluarga dan penduduk, memeriksa data ganda, serta mencatat difabel dan kelompok rentan dengan benar.
Mencatat sasaran dan layanan posyandu di atas data penduduk, lalu membaca siapa yang belum terlayani.
Memahami 18 tujuan SDGs Desa dan bagaimana data harian desa mengisi pemutakhirannya.
Membantu warga memakai layanan daring, menulis berita desa, dan mengelola media sosial desa.
Bisa. Relawan TIK, pegiat desa, aktivis, lembaga swadaya masyarakat, pengembang, dan para pejuang desa lainnya dapat terlibat sebagai rekanan, pendamping, penulis Pustaka Desa, atau mitra program. Mulailah dengan menceritakan peran Anda lewat WhatsApp.
Bisa, dan sangat membantu. Pendamping desa sering menjadi jembatan saat desa memindahkan data dan melatih operator. Hubungi tim Panda agar pendampingan berjalan dengan bahan dan langkah yang sama.
Bisa, dengan akun yang diberikan pemerintah desa sesuai perannya. Kader mencatat layanan posyandu di atas data penduduk desa, sehingga tidak perlu menulis ulang identitas balita dan ibu hamil.
Ajukan permohonan kepada pemerintah desa atau daerah yang bersangkutan, dengan tujuan dan cakupan data yang jelas. Untuk kebanyakan kajian, statistik tanpa identitas pribadi sudah cukup dan lebih aman bagi warga.
Lewat Integrasi dan API, berdasarkan kesepakatan resmi dengan pemerintah desa atau daerah. Pertukaran data berjalan tertib dan tercatat. Keterangan teknisnya ada di halaman Integrasi.
Ceritakan bidang dan wilayah sasaran program lewat WhatsApp. Dari data desa yang tersedia dan kesepakatan dengan pemerintah setempat, sasaran program bisa dipetakan dan hasilnya dipantau dari data yang sama.
Hubungi tim Panda lewat WhatsApp dengan menyebutkan wilayah dan pengalaman Anda bersama desa. Rekanan yang sudah ada di berbagai daerah tercantum di halaman Rekanan.
Kader, pendamping, relawan, peneliti, atau mitra: ceritakan peran Anda, dan temukan tempat Anda dalam tata kelola cerdas desa.