Lewati ke isi halaman
TEKNOLOGI PANDA · TATA KELOLA CERDAS

Enam modul, satu data, dari balai desa sampai kantor daerah.

Teknologi Panda adalah teknologi tata kelola cerdas, smart governance, untuk desa dan daerah. Data dicatat sekali di desa, lalu dipakai untuk melayani surat, menyusun anggaran, membentuk statistik, dan dibaca kecamatan serta kabupaten, tanpa diketik ulang di setiap meja.

DARI APLIKASI KE TATA KELOLA

Dulu dikenal sebagai Panda SID. Sekarang ceritanya lebih besar.

Dicatat sekali di desa, dipakai berkali-kali di semua tingkat.

Panda lahir sebagai aplikasi sistem informasi desa, dikembangkan Puskomedia bersama jejaring Gerakan Desa Membangun. Bentuk awalnya sederhana dan sangat dibutuhkan: tempat perangkat desa mengelola data penduduk, membuat surat, mencatat kas dan aset, menyusun APBDes, dan menampilkan statistik desa. Versi betanya diuji coba di Kabupaten Banyumas sebelum Panda SID 1.0 dirilis untuk penggunaan nasional.

Dari tahun ke tahun, satu hal terus terlihat di lapangan. Masalah desa jarang terletak pada kurangnya aplikasi. Masalahnya, data yang sama dicatat berkali-kali di tempat berbeda: di buku desa, di lembar kerja, di laporan kecamatan, dan di aplikasi kabupaten. Angka di setiap tingkat bisa berbeda, dan warga ditanya hal yang sama berulang kali.

Karena itu Panda kini ditulis sebagai Teknologi Panda: satu data yang mengalir dari warga ke desa, naik ke kecamatan dan kabupaten, lalu kembali ke warga sebagai layanan. Modul-modulnya bukan aplikasi yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari satu cara kerja. Itulah yang dimaksud dengan tata kelola cerdas: pemerintahan yang makin mengenal warganya karena datanya rapi, terbaru, dan dipakai bersama.

ENAM MODUL INTI

Yang bekerja di belakang layar.

Setiap modul punya tugas yang jelas, dan semuanya membaca dari sumber yang sama. Desa boleh mulai dari kebutuhan yang paling mendesak, lalu menambah modul lain tanpa memindahkan data dari awal.

ENAM MODUL INTI

Inti Data Desa

Penduduk, keluarga, peristiwa kependudukan, profil wilayah, dan kelembagaan desa dalam satu basis data milik desa. Semua modul lain membaca dari sini, sehingga perubahan cukup dicatat sekali.

Fondasi semua modul
ENAM MODUL INTI

Layanan Warga

Permohonan surat dari rumah, pemeriksaan oleh operator, cetak surat dari data yang sudah ada, dan arsip yang mudah dicari. Format surat bisa diubah dan ditambah oleh desa sendiri.

Memakai Inti Data
ENAM MODUL INTI

Keuangan dan Aset

Anggaran dan realisasi APBDes, kas umum, inventaris kekayaan desa, sarana prasarana, dan data pertanahan tercatat rapi, lalu disajikan agar mudah dibaca warga. Terhubung dengan Siskeudes Online.

Memakai Inti Data
ENAM MODUL INTI

Dasbor Daerah

Kecamatan dan kabupaten membaca keadaan kependudukan, layanan, dan keuangan seluruh desa di wilayahnya dari satu layar, tanpa menunggu rekap manual.

Memakai semua modul
ENAM MODUL INTI

Integrasi dan API

Pertukaran data dengan website desa, sistem lain, dan platform ruang hidup desa secara tertib dan tercatat, agar data tidak perlu diketik ulang.

Penghubung antarsistem
ENAM MODUL INTI

Asisten Otomatis

Pemeriksaan data, rekap berkala, kabar ke warga lewat WhatsApp, dan pekerjaan berulang lainnya dikerjakan otomatis, sehingga perangkat desa bisa fokus melayani. Dulu dikenal sebagai Robot Panda.

Memakai Inti Data dan Layanan
DUA PINTU YANG DILIHAT WARGA

Modul bekerja di belakang, warga merasakannya di depan.

DUA PINTU YANG DILIHAT WARGA

Panda di Ponsel

Warga mengajukan surat, memantau permohonan, membaca anggaran desa, dan menerima kabar dari genggaman. Perangkat desa memakai ponsel untuk presensi, publikasi kegiatan, dan pendataan di lapangan.

Dulu Panda Android
DUA PINTU YANG DILIHAT WARGA

Website desa

Statistik, profil desa, struktur pemerintahan, lembaga, potensi, berita, dan dokumen publik dari Panda tampil di website resmi desa, sehingga warga dan siapa saja bisa memantau perkembangan desanya.

Alamat resmi .desa.id
PERJALANAN SATU CATATAN

Satu catatan kelahiran, dan apa saja yang ikut bergerak.

Cara paling mudah memahami Teknologi Panda adalah mengikuti satu catatan. Contoh berikut menggambarkan alurnya; rincian di setiap daerah bisa berbeda sesuai pengaturan setempat.

  1. Dicatat sekali di desa

    Bidan atau kader mengabarkan kelahiran, lalu operator desa merekamnya sebagai peristiwa kependudukan di Inti Data Desa. Hanya di langkah inilah data diketik.

  2. Keluarga diperbarui

    Kartu keluarga di sistem desa bertambah satu anggota. Hubungan keluarga, alamat, dan dusun mengikuti data orang tuanya tanpa diisi ulang.

  3. Surat siap dibuat

    Ketika keluarga membutuhkan surat keterangan kelahiran atau pengantar akta, isian surat tersusun dari data yang sudah ada. Operator tinggal memeriksa dan mencetak.

  4. Arsip dan agenda terisi

    Surat yang dicetak tercatat di buku agenda surat keluar, sehingga riwayat layanan desa bisa ditelusuri kapan saja.

  5. Statistik desa berubah

    Statistik kependudukan, piramida penduduk, dan data yang dipakai untuk SDGs Desa ikut menyesuaikan, lalu tampil di website desa tanpa disusun manual.

  6. Kecamatan dan kabupaten membaca

    Rekap peristiwa kependudukan di kecamatan dan dasbor kabupaten membaca angka yang sama dengan desa. Tidak ada lagi angka desa yang berbeda dengan angka daerah.

BAGAIMANA MODUL MENYAMBUNG

Satu sumber, banyak pemakai.

Di banyak desa, setiap kebutuhan dijawab dengan aplikasi baru: satu untuk surat, satu untuk anggaran, satu untuk pendataan bantuan, satu lagi untuk laporan ke kabupaten. Masing-masing meminta data penduduk yang sama, dan masing-masing harus diisi sendiri. Teknologi Panda membalik urutan itu. Inti Data Desa menjadi sumber, dan modul lain menjadi pemakai.

Layanan Warga membaca identitas pemohon dari Inti Data, sehingga operator tidak perlu menyalin NIK atau alamat. Keuangan dan Aset memakai profil desa, perangkat, dan wilayah yang sama, lalu menyajikan APBDes ke halaman publik. Dasbor Daerah tidak meminta laporan baru, tetapi membaca hasil kerja harian desa sesuai kewenangannya. Asisten Otomatis memeriksa data yang masuk dan menandai yang janggal. Integrasi dan API menjadi pintu tertib bagi sistem lain yang perlu membaca atau mengirim data.

Akibatnya sederhana tetapi terasa. Perbaikan satu data langsung terlihat di semua tempat yang memakainya. Pekerjaan menjelang tenggat berkurang, karena laporan tersusun dari catatan yang memang sudah ada. Dan ketika warga datang ke balai desa, perangkat sudah mengenal mereka dari data, bukan dari fotokopi yang dibawa berulang kali.

LAPISAN TATA KELOLA CERDAS

Dari warga sampai daerah, satu bahasa data.

Begitulah tata kelola cerdas bekerja: setiap tingkat melihat data yang sama dari sudut pandangnya sendiri, dan hanya membuka yang menjadi kewenangannya.

LAPISAN TATA KELOLA CERDAS

Warga

Yang terasa adalah layanan, bukan prosedur. Warga mengajukan surat dari rumah, memantau statusnya, membaca anggaran dan pembangunan desanya, dan menerima kabar tanpa harus datang ke balai.

L1 · Warga
LAPISAN TATA KELOLA CERDAS

Desa

Yang dikerjakan adalah mencatat sekali dan memakai berkali-kali. Data penduduk, peristiwa, surat, APBDes, kas, dan aset ada di satu tempat, dan statistik terbentuk dari catatan harian.

L2 · Desa
LAPISAN TATA KELOLA CERDAS

Kecamatan

Yang dilihat adalah keadaan seluruh desa tanpa menunggu laporan. Rekap kependudukan dan layanan lintas desa terbaca, dan desa yang perlu pendampingan terlihat lebih awal.

L3 · Kecamatan
LAPISAN TATA KELOLA CERDAS

Kabupaten

Yang diputuskan adalah kebijakan dari data, bukan perkiraan. Dasbor daerah membaca data dari semua desa, sehingga program lebih tepat sasaran dan selaras dengan semangat Satu Data.

L4 · Kabupaten
RUANG HIDUP DESA

Satu data, tujuh ruang hidup.

Tata kelola cerdas tidak berhenti di balai desa. Posyandu dan wisata desa menjadi bagian dari Teknologi Panda, sementara sekolah, pesantren, bank sampah, air bersih, dan BUMDes memakai platform yang sudah ada dan terhubung dengan Panda lewat data yang sama.

RUANG HIDUP DESA

Posyandu

Data balita, ibu hamil, dan kesehatan ibu dan anak tersambung dengan data penduduk, agar tidak ada anak yang terlewat dari pelayanan.

Bagian dari Teknologi Panda
RUANG HIDUP DESA

Sekolah dan pesantren

Data murid dan sekolah di desa terhubung lewat ASIS. Untuk pesantren, lewat Basmalah.

Terhubung dengan ASIS
RUANG HIDUP DESA

Bank sampah

Setoran dan tabungan sampah warga tercatat, sehingga desa tahu seberapa jauh lingkungannya terjaga.

Terhubung dengan Puspa
RUANG HIDUP DESA

Air bersih

Pelanggan, meteran, dan tagihan air desa dikelola dengan tertib dan terbuka.

Terhubung dengan PAM Digital
RUANG HIDUP DESA

BUMDes

Unit usaha, kas, dan laporan BUMDes tercatat, dan hasilnya terbaca dalam data desa.

Terhubung dengan Dumoro
RUANG HIDUP DESA

Wisata desa

Potensi, kunjungan, kuliner, dan pelaku wisata desa tercatat dari data yang sama, siap diceritakan di website dan ponsel.

Bagian dari Teknologi Panda
RUANG HIDUP DESA

Internet desa

Jaringan yang menyambungkan balai desa, sekolah, dan rumah warga, tempat semua layanan ini berjalan.

Dari Puskomedia
MENGENALI DESA APA ADANYA

Satu teknologi, menyesuaikan nama dan cara setempat.

MENGENALI DESA APA ADANYA

Istilah lain desa

Panda mengenali istilah desa di berbagai daerah, seperti Nagari, Gampong, Pekon, Tiyuh, Kampung, Banjar, Huta, dan Marga, juga istilah Distrik untuk kecamatan. Warga dan perangkat membaca nama yang mereka kenal sehari-hari.

Bahasa setempat
MENGENALI DESA APA ADANYA

Nama dan pengaturan lokal

Di Kabupaten Cilacap, Panda hadir dengan nama Simba sesuai kearifan lokal, dan mengintegrasikan data desa, kelurahan, kecamatan, dan kabupaten. Pengaturan dasar, data wilayah, dan kebutuhan khusus disesuaikan saat penerapan.

Lokalisasi
MENGENALI DESA APA ADANYA

Pindah dari sistem lama

Desa yang sudah memakai sistem informasi desa lain, misalnya OpenSID, Sideka, Mitra Desa, Sodea, atau Sisdesa, bisa beralih ke Panda dengan bantuan pendamping, sehingga catatan lama tidak hilang.

Adaptasi data
PERJALANAN PANDA

Tumbuh dari kebutuhan di lapangan.

  1. 2017

    Belajar dari nagari

    Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, membangun data berbasis nagari lewat Kelompok Kerja yang dibentuk dengan SK Bupati, berangkat dari konsep teknologi informasi Gerakan Desa Membangun yang dipelajari di Banyumas.

  2. 2018

    Panda SID 1.0

    Versi awal untuk penggunaan nasional dirilis setelah versi beta diuji coba di Kabupaten Banyumas: data kependudukan, surat, kas, aset, APBDes, statistik, pengguna, dan pencadangan data.

  3. 2019

    Simba di Cilacap

    Sosialisasi sistem informasi desa bersama Dinas Kominfo Kabupaten Cilacap. Panda menjadi Simba, dengan arah integrasi data dari desa sampai kabupaten.

  4. 2020

    Permohonan dari rumah

    Warga bisa mengajukan permohonan administrasi lewat website desa. Hadir pula validasi usia, impor data DTKS, survei sosial, dan kotak masuk terintegrasi.

  5. 2021

    Format surat milik desa

    Layanan surat versi 3: desa bisa mengubah format dan menambah jenis surat sendiri. Dokumen hukum desa tersimpan di Manajemen Dokumen, dan presensi digital mulai dipakai.

  6. 2022

    Dokumen yang bisa diverifikasi

    Kode QR untuk dokumen desa dan kartu pegawai, buku agenda surat masuk dan keluar, serta presensi berbasis lokasi.

  7. 2026

    Teknologi Panda

    Ceritanya meluas menjadi teknologi tata kelola cerdas: enam modul, satu data, dan ruang hidup desa yang saling terhubung.

LANDASAN

Data warga dijaga, aturan dipatuhi.

Data penduduk adalah amanah. Teknologi Panda berpijak pada aturan yang berlaku dan dijalankan dengan prinsip sederhana: data milik desa, dibuka sesuai peran, dan setiap perubahan bisa ditelusuri. Ditulis sebagai landasan kerja, bukan klaim sertifikasi.

LANDASAN

UU 6/2014 tentang Desa, Pasal 86

Desa berhak mendapat akses informasi melalui sistem informasi desa, yang memuat data desa, data pembangunan desa, kawasan perdesaan, dan informasi lain yang berkaitan, dikelola pemerintah desa dan dapat diakses masyarakat.

Sistem informasi desa
LANDASAN

UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi

Data warga hanya dipakai untuk pelayanan, dibuka menurut peran, dan dijaga dari pihak yang tidak berhak. Yang tampil untuk publik adalah statistik, bukan data pribadi.

Pelindungan data
LANDASAN

Perpres 95/2018 tentang SPBE

Sistem pemerintahan berbasis elektronik yang terpadu dari desa sampai daerah, sehingga layanan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Pemerintahan elektronik
LANDASAN

Perpres 39/2019 tentang Satu Data Indonesia

Data dicatat dengan standar yang sama dan bisa dibagi pakai antarinstansi, agar tidak dikumpulkan dan diketik ulang di setiap tingkat.

Satu data
TANYA JAWAB

Pertanyaan tentang Teknologi Panda.

Apakah desa harus memakai keenam modul sekaligus?

Tidak. Banyak desa mulai dari Inti Data Desa dan Layanan Warga, karena keduanya paling cepat terasa manfaatnya bagi warga. Modul lain bisa ditambahkan kemudian tanpa memindahkan data dari awal, karena semuanya membaca sumber yang sama.

Apakah Panda hanya untuk desa?

Tidak. Panda dipakai di desa dan kelurahan, dan datanya bisa dibaca di tingkat kecamatan, kabupaten, sampai provinsi sesuai kewenangan masing-masing. Istilah lain desa seperti Nagari atau Gampong, dan istilah Distrik untuk kecamatan, juga dikenali.

Desa saya sudah memakai sistem informasi desa lain. Bagaimana?

Panda bisa beradaptasi dari sistem lain seperti OpenSID, Sideka, Mitra Desa, Sodea, atau Sisdesa. Data lama dipetakan dan dipindahkan bertahap bersama pendamping, lalu diperiksa bersama sebelum dipakai melayani.

Apakah Panda harus dipakai secara daring?

Ya, Panda bekerja secara daring agar data di desa, kecamatan, dan kabupaten selalu sama. Bila sinyal di desa masih lemah, keadaan jaringan dibahas sejak awal penerapan, termasuk pilihan internet desa dari Puskomedia.

Apakah Panda menggantikan aplikasi wajib dari pemerintah?

Tidak. Aplikasi yang diwajibkan pemerintah pusat atau daerah tetap dijalankan sesuai aturannya. Panda membantu desa mengelola datanya sendiri dengan rapi, dan bila sistem lain siap, pertukaran data diatur lewat Integrasi dan API.

Siapa pemilik data di Panda?

Data desa adalah milik desa dan dikelola pemerintah desa. Akses ke data dibuka menurut peran, dan yang tampil untuk publik adalah statistik serta informasi yang memang bersifat publik.

Bagaimana cara memulai?

Ceritakan keadaan desa atau daerah Anda lewat WhatsApp: data yang sudah ada, sistem yang sedang berjalan, dan layanan yang paling ingin dibenahi. Dari percakapan itu langkah pertama disusun bersama.

MULAI DARI SATU DESA

Satu data yang rapi hari ini, layanan yang lebih dekat esok hari.

Tidak perlu mengganti semuanya sekaligus. Mulai dari modul yang paling dibutuhkan desa Anda, dan biarkan data yang sama bekerja untuk semua tingkat.