Mengajukan surat
Warga memilih jenis surat dan mengajukan permohonan dari ponsel, seperti surat pengantar KTP, surat keterangan tidak mampu, surat keterangan usaha, atau permohonan akta lahir.
Warga mengajukan surat, membaca anggaran desa, dan menerima kabar tanpa harus datang ke balai. Perangkat desa mencatat kehadiran dan mengabarkan kegiatan dari lapangan. Semuanya membaca data yang sama dengan sistem di kantor desa.
Ponsel adalah balai desa yang selalu dibawa warga.
Di banyak desa, jarak ke kantor desa bukan perkara kecil. Ada dusun yang dipisahkan bukit, sungai, atau jalan yang sulit dilalui saat musim hujan. Bagi warga di sana, satu surat bisa berarti setengah hari perjalanan. Di wilayah yang luas, misalnya di Jayapura, Panda versi ponsel pernah dipakai agar warga tetap memperoleh layanan yang sama dari pemerintah desa atau kelurahannya.
Panda di Ponsel dirancang untuk menghubungkan warga, pemerintah desa, dan pihak yang peduli desa lewat genggaman. Ia tersambung langsung dengan website desa dan sistem informasi desa, sehingga yang dilihat warga di ponsel sama dengan yang dicatat perangkat di kantor.
Bentuknya bisa berupa halaman web yang menyesuaikan layar ponsel, atau aplikasi pendamping untuk keperluan tertentu seperti presensi perangkat desa. Ketersediaan aplikasi untuk desa atau daerah Anda dapat ditanyakan lewat WhatsApp.
Warga memilih jenis surat dan mengajukan permohonan dari ponsel, seperti surat pengantar KTP, surat keterangan tidak mampu, surat keterangan usaha, atau permohonan akta lahir.
Setelah mengajukan, warga dapat mengetahui apakah permohonannya sudah diproses, sehingga datang ke balai desa hanya untuk mengambil surat.
APBDes dan pembangunan desa dapat dibaca dari ponsel, sehingga warga mengetahui aliran anggaran dan ikut mengawasi pelaksanaannya.
Statistik kependudukan, pendidikan, lahan, sarana prasarana, dan kesehatan ditampilkan dalam diagram yang mudah dibaca.
Berita desa, kabar kematian dan kelahiran, serta informasi penting desa sampai ke ponsel warga dengan cepat.
Profil desa, demografi, kelembagaan seperti PKK, LPMD, Karang Taruna, Linmas, RT dan RW, serta kelompok tani dapat dilihat lengkap dengan kepengurusannya.
Perangkat desa mencatat kehadiran dengan memindai kode QR presensi lewat ponsel, menggantikan daftar hadir kertas. Data kehadiran tersinkron dengan sistem desa.
Permohonan izin, sakit, cuti, dan dinas luar diajukan langsung dari aplikasi presensi, tanpa harus datang ke kantor lebih dulu.
Perangkat desa dapat menulis, menyunting, dan menerbitkan berita kegiatan ke website desa dari ponsel, bahkan saat berada di sawah atau lokasi pembangunan.
Survei sosial untuk pendataan warga dapat dikerjakan pendamping dan pemerintah desa dari ponsel, sebagai bahan penentuan penerima bantuan.
Permohonan warga yang masuk dapat dipantau, sehingga perangkat tahu ada layanan yang menunggu meski sedang tidak di meja.
Potensi desa, wisata, kuliner, dan kearifan lokal dipublikasikan agar setiap desa dikenal dengan ciri khasnya sendiri.
Pejabat dan perangkat desa dimasukkan sebagai penduduk yang diangkat menjadi perangkat, di menu Profil bagian Pejabat dan Perangkat.
Setiap perangkat diberi nama pengguna dan kata sandi sendiri, dengan hak akses yang sesuai perannya.
Zona waktu dan jam kerja diatur di dasbor. Titik lokasi presensi, misalnya balai desa atau balai dusun, ditentukan agar presensi tidak dilakukan di sembarang tempat.
Kode QR presensi dicetak dan dipasang di lokasi yang sudah ditentukan.
Perangkat memasang aplikasi presensi di ponsel Android dan masuk dengan akunnya. Aplikasi dilengkapi pendeteksi lokasi palsu.
Perangkat memindai kode QR saat datang. Bila ada yang tidak bisa hadir, presensi dapat ditambahkan manual lewat dasbor, dan rekap kehadiran terbaca di sistem desa.
Banyak warga dan perangkat desa memakai paket data seluler, dan tidak semua ponsel berspesifikasi tinggi. Karena itu Panda dirancang hemat. Gambar yang diunggah otomatis diubah ke format WebP yang jauh lebih kecil, sehingga halaman lebih cepat terbuka, kuota lebih hemat, dan ruang penyimpanan lebih lega.
Perangkat yang dibutuhkan pun sederhana. Presensi digital cukup memakai ponsel yang sudah dimiliki perangkat desa, tanpa membeli mesin sidik jari. Warga cukup membuka website desanya dari peramban ponsel untuk membaca anggaran atau mengajukan surat.
Bila sinyal di desa masih menjadi kendala, keadaan jaringan dibahas sejak awal penerapan, termasuk pilihan internet desa dari Puskomedia yang menyambungkan balai desa dan rumah warga.
Operator mencatat penduduk, memproses surat, dan mengelola anggaran di dasbor desa.
Profil, statistik, berita, dan dokumen publik tampil di website resmi desa dengan alamat .desa.id.
Layanan, kabar, presensi, dan publikasi kegiatan dari genggaman, tanpa data terpisah yang harus dicocokkan.
Tidak selalu. Banyak layanan cukup dibuka lewat website desa dari peramban ponsel. Aplikasi pendamping dipakai untuk keperluan tertentu, seperti presensi perangkat desa. Ketersediaannya dapat ditanyakan lewat WhatsApp.
Halaman web dapat dibuka dari peramban di ponsel apa pun. Untuk aplikasi pendamping, ketersediaan per sistem operasi dapat ditanyakan lebih dulu.
Sama. Ponsel membaca dan mengirim data ke sistem yang sama dengan dasbor desa, sehingga tidak ada dua versi data.
Presensi dapat ditambahkan secara manual oleh pengelola lewat dasbor, misalnya bila perangkat sedang bertugas di luar atau ponselnya bermasalah.
Presensi memakai titik lokasi yang ditentukan desa dan dilengkapi pendeteksi lokasi palsu, sehingga pemindaian kode QR hanya sah dari lokasi yang ditentukan.
Tentu. Ponsel hanya salah satu pintu. Warga yang datang ke kantor desa dilayani dengan alur dan data yang sama.
Ceritakan keadaan desa Anda: seberapa jauh dusun dari balai desa, bagaimana sinyal di wilayah Anda, dan layanan apa yang paling ingin dibawa ke ponsel warga.