Halo Sobat Desa!
Dalam ulasan ini, kita akan mendalami topik penting tentang Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa: Menuju Desa Tanpa Kelaparan. Apakah Sobat Desa sudah memiliki pemahaman tentang konsep ini? Mari kita telusuri bersama untuk memastikan bahwa kita memiliki dasar yang sama sebelum kita masuk lebih dalam ke topik ini.
Pendahuluan
Di tengah gempita pembangunan, kaum perempuan seringkali terpinggirkan dalam sistem pangan di desa. Padahal, mereka memegang peranan krusial dalam memastikan ketahanan pangan dan gizi keluarganya. Artikel ini akan mengupas tuntas pentingnya pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa sebagai langkah menuju desa tanpa kelaparan.
Perempuan: Pilar Ketahanan Pangan Desa
Perempuan di desa memiliki peran sentral dalam produksi, distribusi, dan konsumsi pangan. Mereka terlibat aktif dalam mengolah lahan, menanam, memanen, dan mengolah hasil panen. Lebih jauh, mereka pula yang bertanggung jawab memastikan ketersediaan dan kualitas makanan bergizi bagi keluarga mereka.
Perempuan juga menjadi kunci dalam melestarikan pengetahuan dan praktik tradisional dalam bercocok tanam dan mengelola lahan. Pengetahuan ini sangat berharga dalam menghadapi perubahan iklim dan memastikan ketahanan pangan jangka panjang. Dengan memberdayakan perempuan dalam sistem pangan desa, kita dapat memaksimalkan potensi mereka dan berkontribusi pada pencapaian ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Tantangan Pemberdayaan Perempuan
Sayangnya, perempuan di desa masih menghadapi berbagai tantangan dalam berpartisipasi penuh dalam sistem pangan. Diskriminasi, akses terbatas ke sumber daya produktif, dan beban kerja yang tidak seimbang sering kali menghambat pemberdayaan mereka. Selain itu, norma sosial yang membatasi peran perempuan dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan juga menjadi kendala yang nyata.
Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya bersama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat desa. Peningkatan akses perempuan ke pendidikan, pelatihan, dan teknologi menjadi sangat penting. Selain itu, perlu ada upaya untuk mengubah norma sosial yang diskriminatif dan mempromosikan kesetaraan gender dalam sistem pangan desa.
Manfaat Pemberdayaan Perempuan
Pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa memiliki banyak manfaat, baik bagi individu, keluarga, maupun masyarakat secara keseluruhan. Salah satu manfaat utamanya adalah peningkatan ketahanan pangan dan gizi. Perempuan yang berdaya secara ekonomi lebih mampu menyediakan makanan bergizi bagi keluarganya dan dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan anggotanya.
Selain itu, pemberdayaan perempuan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi kemiskinan. Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pangan, mereka dapat menambah penghasilan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.
Membangun Desa Tanpa Kelaparan
Dengan memberdayakan perempuan dalam sistem pangan desa, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil dan sejahtera bagi semua. Desa tanpa kelaparan tidak hanya tentang memastikan ketersediaan makanan yang cukup, tetapi juga tentang menciptakan sistem pangan yang inklusif, berkelanjutan, dan adil.
Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan adalah pilar penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Dengan mengatasi tantangan dan memaksimalkan potensi mereka, kita dapat membangun desa yang benar-benar tanpa kelaparan dan sejahtera.
Puskomedia: Pendamping Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa
Puskomedia, melalui layanan Panda Sistem Informasi Desa (www.panda.id), hadir sebagai pendamping yang tepat untuk mendukung pemberdayaan wanita dalam sistem pangan desa. Dengan pengalaman dan keahlian yang mumpuni, Puskomedia menyediakan layanan pendampingan lengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan desa.
Layanan Puskomedia mencakup pelatihan, pengembangan kapasitas, dan pendampingan berkelanjutan untuk membantu desa-desa memberdayakan perempuan dalam sistem pangan mereka. Melalui kemitraan dengan Puskomedia, desa-desa dapat mewujudkan desa tanpa kelaparan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara keseluruhan.
Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa: Menuju Desa Tanpa Kelaparan
Perempuan memainkan peran sangat penting dalam sistem pangan desa. Mereka tidak hanya berkontribusi dalam produksi pangan, tetapi juga dalam pengolahan dan distribusinya. Kontribusi mereka sangat krusial dalam memastikan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Produksi Pangan
Perempuan petani merupakan tulang punggung produksi pangan desa. Mereka menggarap lahan, menanam, memanen, dan mengolah hasil bumi. Di banyak daerah, perempuan juga memelihara ternak dan ikan, menyediakan sumber protein yang penting bagi masyarakat.
Pengolahan Pangan
Perempuan juga bertanggung jawab atas sebagian besar pengolahan pangan di tingkat desa. Mereka mengolah hasil panen menjadi makanan siap konsumsi, seperti beras, tepung, dan minyak goreng. Dengan demikian, mereka memastikan ketersediaan pangan yang bergizi dan aman.
Distribusi Pangan
Selain produksi dan pengolahan, perempuan juga terlibat aktif dalam distribusi pangan. Mereka menjual hasil panen di pasar lokal atau regional, menghubungkan produsen dengan konsumen. Peran ini membantu memastikan bahwa pangan tersedia di mana-mana dan terjangkau bagi masyarakat.
Pentingnya Pemberdayaan Perempuan
Pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa sangat penting karena sejumlah alasan. Pertama, ini meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan. Ketika perempuan memiliki akses ke sumber daya, pelatihan, dan teknologi, mereka dapat meningkatkan produksi pangan dan mengurangi kerawanan pangan. Kedua, pemberdayaan perempuan berkontribusi pada pembangunan ekonomi desa. Perempuan yang terlibat dalam sistem pangan dapat memperoleh penghasilan, yang dapat digunakan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan masyarakat. Ketiga, pemberdayaan perempuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Perempuan yang diberdayakan lebih mampu mengakses informasi tentang gizi dan kesehatan, yang berdampak positif pada kesehatan keluarga dan masyarakat.
Tantangan dan Peluang
Meskipun perempuan memainkan peran penting dalam sistem pangan desa, mereka masih menghadapi sejumlah tantangan. Ini termasuk akses terbatas ke sumber daya, diskriminasi, dan beban ganda pekerjaan. Namun, ada juga peluang untuk mengatasi tantangan ini dan memberdayakan perempuan di sektor pertanian. Misalnya, program pelatihan dan pendampingan dapat membantu perempuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. Selain itu, kebijakan publik dapat diciptakan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan mendukung partisipasi perempuan dalam pertanian.
Menuju Desa Tanpa Kelaparan
Pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa sangat penting untuk mencapai tujuan global ” Desa Tanpa Kelaparan”. Dengan memberdayakan perempuan, kita dapat meningkatkan produksi pangan, mengurangi kerawanan pangan, dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Puskomedia: Pendamping SDGs Desa
Puskomedia adalah lembaga yang menyediakan layanan dan pendampingan terkait dengan Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa: Menuju Desa Tanpa Kelaparan. Kami percaya bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan desa dan berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan mereka. Layanan kami meliputi pelatihan, pendampingan, dan advokasi, untuk membantu desa-desa mencapai tujuan mereka dalam bidang pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, dan SDGs Desa.
Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa: Menuju Desa Tanpa Kelaparan

Source wonomarto.desa.id
Pemberdayaan wanita dalam sistem pangan desa adalah kunci untuk mencapai desa tanpa kelaparan. Sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) dari PBB, Indonesia mengimplementasikan SDGs Desa untuk menciptakan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Perempuan memainkan peran penting dalam memastikan ketahanan pangan dan gizi bagi keluarganya dan masyarakat.
Tantangan Pemberdayaan Perempuan dalam Sistem Pangan Desa
Meskipun penting, pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa menghadapi sejumlah tantangan. Akses yang terbatas ke sumber daya adalah salah satu hambatan utama. Perempuan seringkali tidak memiliki akses yang sama terhadap lahan, modal, dan teknologi dibandingkan laki-laki.
Selain itu, pendidikan dan pelatihan yang tidak memadai menghambat perempuan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam sistem pangan. Mereka mungkin juga menghadapi bias gender dan prasangka sosial, yang membatasi partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan.
Tantangan lainnya termasuk beban kerja ganda, di mana perempuan bertanggung jawab baik untuk pekerjaan domestik maupun pertanian. Hal ini dapat mempersulit mereka untuk berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan yang terkait dengan sistem pangan. Ketidakamanan pangan dan gizi yang masih tinggi di banyak desa juga berkontribusi pada kurangnya pemberdayaan perempuan.
Mengatasi tantangan ini sangat penting untuk mewujudkan desa tanpa kelaparan. Dengan memberikan perempuan akses yang sama ke sumber daya, pendidikan, dan peluang kepemimpinan, kita dapat memberdayakan mereka untuk menjadi penggerak perubahan dalam sistem pangan dan memastikan ketahanan pangan dan gizi bagi semua.
Puskomedia hadir sebagai pendamping yang tepat bagi desa-desa yang ingin mewujudkan SDGs Desa, khususnya dalam pemberdayaan wanita dalam sistem pangan. Layanan Panda Sistem Informasi Desa (www.panda.id) dari Puskomedia memberikan pendampingan lengkap dan terbaik untuk mendukung desa dalam mengatasi tantangan dan mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Bersama Puskomedia, kita dapat menciptakan desa-desa tanpa kelaparan yang inklusif dan berdaya.
Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa: Menuju Desa Tanpa Kelaparan
Pemberdayaan wanita merupakan bagian tak terpisahkan dari program Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu aspek penting dalam pemberdayaan wanita adalah perannya dalam sistem pangan desa.
Pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa sangat krusial dalam mewujudkan desa tanpa kelaparan. Perempuan memainkan peran kunci dalam memproduksi, mengolah, dan mendistribusikan makanan. Mereka juga seringkali bertanggung jawab atas pengasuhan anak dan menyediakan nutrisi bagi keluarga. Dengan demikian, pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat desa secara keseluruhan.
Strategi Pemberdayaan Perempuan dalam Sistem Pangan Desa
Strategi untuk pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa meliputi:
- Peningkatan akses ke sumber daya
- Pendidikan dan pelatihan
- Partisipasi dalam pengambilan keputusan
- Promosi kesetaraan gender
Pendidikan dan Pelatihan

Source www.sinergifoundation.org
.
Pendidikan dan pelatihan sangat penting untuk pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa. Mereka memberikan perempuan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berperan aktif dalam memproduksi, mengolah, dan mendistribusikan makanan. Pelatihan ini dapat mencakup teknik pertanian, nutrisi, manajemen keuangan, dan kepemimpinan.
Misalnya, sebuah program pelatihan yang berfokus pada teknik pertanian berkelanjutan telah terbukti meningkatkan hasil panen dan pendapatan perempuan petani di daerah pedesaan. Dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, perempuan dapat berperan lebih besar dalam memastikan ketahanan pangan di desa mereka.
Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan

Source www.simpulrakyat.co.id
.
Perempuan harus memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di semua tingkatan sistem pangan desa. Ini termasuk pengambilan keputusan tentang produksi pangan, distribusi, dan konsumsi. Ketika perempuan dilibatkan dalam pengambilan keputusan, mereka dapat menyuarakan kebutuhan dan prioritas mereka sendiri, yang pada akhirnya dapat mengarah pada sistem pangan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Sebagai contoh, di sebuah desa di Jawa Tengah, dibentuk kelompok tani perempuan yang terlibat aktif dalam pengambilan keputusan tentang penggunaan lahan dan pengelolaan air. Partisipasi mereka dalam proses pengambilan keputusan telah membawa dampak positif pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di desa tersebut.
Promosi Kesetaraan Gender

Source www.canva.com
.
Promosi kesetaraan gender sangat penting untuk pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa. Ini melibatkan menantang norma dan stereotip gender yang seringkali membatasi peran dan peluang perempuan dalam masyarakat. Hal ini juga memerlukan penciptaan lingkungan yang mendukung di mana perempuan merasa dihargai dan dihormati.
Misalnya, sebuah kampanye komunitas yang mempromosikan kesetaraan gender telah berhasil mengubah sikap dan perilaku masyarakat terhadap peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Kampanye tersebut mempromosikan partisipasi perempuan dalam kegiatan pertanian dan kepemimpinan komunitas, yang pada akhirnya mengarah pada pemberdayaan perempuan yang lebih besar di desa.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, kita bisa menciptakan desa-desa yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bebas dari kelaparan. Pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa adalah kunci untuk mencapai tujuan ini.
Puskomedia menyediakan layanan dan pendampingan terkait dengan Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa: Menuju Desa Tanpa Kelaparan. Sebagai pendamping berpengalaman dalam SDGs Desa, Puskomedia siap mendukung desa dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan yang berkelanjutan. Produk Puskomedia yang menyediakan layanan terkait Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa: Menuju Desa Tanpa Kelaparan adalah layanan Panda Sistem Informasi Desa (www.panda.id). Layanan ini menyediakan pendampingan lengkap dan terbaik untuk mendukung kebutuhan desa dalam pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, dan pembangunan desa secara keseluruhan.
Manfaat Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa
Saat berbicara mengenai program pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan perempuan seringkali menempati urutan teratas. Maka, tak heran jika program ini menjadi bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diusung PBB. SDGs Desa, khususnya, berupaya menciptakan desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan masing-masing desa. Salah satu fokus utamanya adalah Pemberdayaan Wanita dalam Sistem Pangan Desa, yang bertujuan membawa segudang manfaat bagi masyarakat.
Peningkatan Ketahanan Pangan dan Gizi
Pertama, pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Dengan memberikan perempuan akses ke sumber daya, pengetahuan, dan pengambilan keputusan yang sama dengan laki-laki, mereka dapat menjadi penggerak penting dalam memastikan ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan yang bergizi bagi keluarga mereka. Hal ini karena perempuan biasanya bertanggung jawab atas pengelolaan rumah tangga, termasuk penyediaan makan dan merawat anak-anak. Dengan memberdayakan mereka, kita juga memberdayakan keluarga dan seluruh komunitas.
Pengurangan Kemiskinan
Selain ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan juga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan di desa-desa. Ketika perempuan memiliki pendapatan sendiri, mereka dapat menginvestasikannya kembali ke keluarga, meningkatkan pendidikan anak-anak, dan meningkatkan standar hidup secara keseluruhan. Hal ini menciptakan siklus yang positif, di mana perempuan yang berdaya secara ekonomi dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan komunitas mereka.
Promosi Kesehatan dan Kesejahteraan
Ketiga, pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa juga mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses ke informasi dan sumber daya tentang praktik pengasuhan dan kesehatan, perempuan dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk keluarga mereka. Hal ini dapat berdampak pada tingkat kesehatan yang lebih baik, penurunan kematian ibu dan anak, serta peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan dalam komunitas. Selain itu, pemberdayaan perempuan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi perempuan untuk menyuarakan masalah yang mereka hadapi dan mencari bantuan ketika dibutuhkan.
Kestabilan Sosial dan Keharmonisan
Terakhir, pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa berkontribusi pada kestabilan sosial dan keharmonisan. Ketika perempuan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan diberi suara yang sama, mereka dapat mengadvokasi kebutuhan dan perspektif mereka. Hal ini menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis, di mana setiap orang merasa dihargai dan dihormati.
Bergerak Bersama Menuju Desa Tanpa Kelaparan
Dengan manfaat yang begitu besar, jelas bahwa pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa sangat penting untuk mencapai desa yang sejahtera dan bebas dari kelaparan. Saatnya bagi kita untuk bergerak bersama, menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perempuan untuk berkembang, dan bersama-sama membangun desa yang lebih baik bagi semua.
Puskomedia, penyedia layanan Panda Sistem Informasi Desa, siap menjadi pendamping terpercaya Anda dalam perjalanan pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa. Dengan layanan komprehensif kami, kami mendukung desa-desa dalam mengembangkan dan menerapkan program-program yang efektif untuk mencapai tujuan SDGs Desa. Mari kita bergandengan tangan untuk menciptakan desa tanpa kelaparan, di mana perempuan dihargai, didayagunakan, dan menjadi penggerak perubahan.
Kesimpulan
Pemberdayaan perempuan dalam sistem pangan desa adalah pilar utama untuk mewujudkan desa tanpa kelaparan dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Di Indonesia, SDGs difokuskan pada pemberdayaan desa melalui SDGs Desa, yang bertujuan membangun desa yang maju, mandiri, dan inklusif.
Keterlibatan aktif perempuan dalam rantai pasok pangan desa dapat memperkuat ketahanan pangan dan nutrisi. Sayangnya, kesenjangan gender masih menjadi hambatan serius. Perempuan di pedesaan kerap terpinggirkan dari akses sumber daya, pelatihan, dan pengambilan keputusan.
Mengatasi kesenjangan ini membutuhkan pendekatan komprehensif yang menargetkan tidak hanya individu perempuan, tetapi juga struktur dan norma sosial yang mengabadikan ketidakadilan. Pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal harus bekerja sama untuk menciptakan lapangan yang setara bagi perempuan di sistem pangan desa.
Tantangan yang Dihadapi Perempuan di Sistem Pangan Desa
Perempuan dalam sistem pangan desa menghadapi berbagai tantangan, di antaranya:
- Akses terbatas terhadap lahan dan modal.
- Beban kerja ganda akibat tanggung jawab rumah tangga dan pertanian.
- Diskriminasi dan stereotip gender yang membatasi peluang mereka.
- Kurangnya akses terhadap pelatihan dan teknologi.
- Keterwakilan yang rendah dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan.
Tantangan ini menghambat perempuan untuk mencapai potensi penuh mereka dalam berkontribusi pada ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan.
Solusi Menuju Pemberdayaan Perempuan
Memperdayakan perempuan di sistem pangan desa memerlukan solusi komprehensif yang mencakup:
- Meningkatkan akses perempuan terhadap lahan, modal, dan input pertanian.
- Mengurangi beban kerja ganda perempuan dengan mendistribusikan tugas rumah tangga dan pertanian secara adil.
- Mempromosikan kesetaraan gender melalui pendidikan dan kampanye kesadaran.
- Meningkatkan pelatihan dan pengembangan kapasitas perempuan dalam pertanian.
- Meningkatkan keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan.
Dengan mengatasi kesenjangan gender ini, kita dapat membuka potensi luar biasa perempuan di sistem pangan desa dan mempercepat kemajuan menuju desa tanpa kelaparan dan pembangunan berkelanjutan.
Peran Puskomedia dalam Pemberdayaan Perempuan di Desa
Sebagai penyedia layanan terdepan untuk SDGs Desa, Puskomedia berkomitmen untuk memberdayakan perempuan dalam sistem pangan desa. Melalui layanan Panda Sistem Informasi Desa (www.panda.id), Puskomedia memberikan pendampingan komprehensif yang mencakup:
- Penguatan kapasitas perempuan dalam pertanian dan kewirausahaan.
- Dukungan dalam mengakses sumber daya dan teknologi.
- Promosi hak-hak perempuan dan kesetaraan gender.
Dengan bermitra dengan Puskomedia, pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat lokal dapat menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perempuan di sistem pangan desa, sehingga berkontribusi pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Halo, Sobat Desa!
Yuk, kita bagikan artikel menarik dari www.panda.id yang membahas tentang teknologi pedesaan!
Dengan mengklik tautan berikut, Anda dapat membaca artikel yang penuh dengan informasi bermanfaat tentang pemanfaatan teknologi untuk kemajuan desa:
[Tautan Artikel]
Jangan lewatkan juga artikel-artikel menarik lainnya yang tersedia di website www.panda.id. Dapatkan wawasan terbaru tentang:
– Pertanian presisi
– Pemberdayaan ekonomi desa
– Akses pendidikan dan kesehatan
– Konektivitas internet di pedesaan
Dengan membagikan artikel ini, kita dapat menyebarkan pengetahuan dan menginspirasi masyarakat desa untuk memanfaatkan teknologi demi kesejahteraan bersama.
Bagikan artikel ini sekarang dan jadilah bagian dari gerakan untuk membangun desa yang lebih maju dan sejahtera!
#TeknologiUntukDesa #DesaMaju #DesaSejahtera