Munculnya grand design SDGs Desa yang dimunculkan oleh A. Halim Iskandar, selaku Manteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi akan menjadi fokus project Desa pada 2021. Seperti Permendes Nomor 13 tahun 2020 menjelaskan bahwa, Prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2021 salah satunya adalah untuk program digitalisasi desa. Artinya, kehadiran aplikasi berbasis Web Based yang terintegrasi dengan Aplikasi Mobile dalam manajemen pemerintahan desa adalah suatu keharusan.

Sebelum membahas lebih detail tentang pembangunan infrastruktur digitalisasi Desa, penulis akan terlebih dahulu menjelaskan tentang apa itu SDgs Desa. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa konsep SDGs (Sustainable Development Goals) atau pembangunan berkelanjutan ini merupakan produk PBB yang paling komprehensif, mencakup segenap aspek pembangunan yang sangat familiar dikalangan masyarakat, dan sudah diadopsi oleh Indonesia sejak lama sesuai Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017. Oleh karena itu merujuk pada Perpes tersebut, maka disusunlah SDGs Desa, yang pada tahun 2021 akan menjadi fokus untuk di implementasikan guna pembangunan Desa. Dari data yang diperoleh dari Metodologi dan Pengukuran SDGs Desa, Pembangunan berkelanjutan Desa memberikan kontribusi sebesar 74% terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nasional. Sehingga entitas masyarakat Desa memiliki peluang besar untuk merealisasikan terwujudnya pembangunan Nasional.

Mari kita telaah bersama menurut (Kemendagri, 2019) 91% wilayah Indonesia adalah wilayah desa serta sebanyak 43% penduduk Indonesia ada di desa (BPS, 2020). prosentase 91% ini memiliki pengaruh terhadap sepuluh SDGs nasional yang berorientasi kewilayahan: energi bersih, pertumbuhan ekonomi, industri dan inovasi, pengurangan ketimpangan, mitigasi iklim, pelestarian lautan, pelestarian daratan, kelembagaan dan keadilan, dan jaringan kerja sama pembangunan.

Sedangkan pada aspek kependudukan, jumlah penduduk Desa yang  mencapai 43% tersebut memiliki pengaruh terhadap lima SDGs nasional yang berkaitan dengan kewargaan: penghapusan kemiskinan, menghilangkan kelaparan, akses kesehatan, akses pendidikan, akses air bersih, dan antidiskriminasi jender. Oleh karena itu dari data tersebut menjadi gambaran bahwa untuk mencapai pembangunan nasional maka mulailah dari Desa.

Digitalisasi Desa 

Dalam pengoptimalan pembangunan hal terpenting adalah adanya data yang akurat, sehingga pembangunan based on data menjadi hal yang vital untuk melaksanakan pembangunan Desa. Seperti salah satu point dalam dalam kebijakan Kementrian keuangan, terkait arah kebijakan Dana Desa 2021, tertera jelas bahwa prioritas DD untuk dipergunakan dalam mendorong transformasi ekonomi Desa melalui Desa digital dan medukung program pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui pengembangan Desa digital.

Oleh sebab itu pembangunan infrastruktur, jangan hanya terfokus pada pembangunan jalan, akan tetapi Desa sudah harus menggeserkan pembangunan infrastruktur dengan mulai membangun ketersediaan jaringan internet di Desa.

Seperti dalam opini Gus Menteri di tautan resmi website Kemendes mengatakan bahwa, untuk mengukur tercapainya tujuan SDGs Desa ini, digunakan beberapa indikator capaian, di antaranya: keberadaan dan bentuk kerja sama desa dengan pihak ketiga; ketersediaan jaringan internet di desa; statistik desa serta komoditas dan aktivitas ekspor oleh desa. Oleh karena itu untuk menghubungkan Desa dengan dunia yang lebih luas jaringan interenet Desa patut menjadi priritas dalam membangun infrastruktur Desa. Kemudian Sistem Informasi Desa juga sebagai ujung tombak untuk pendataan akurat guna menentukan pembangunan Desa yang lebih tepat guna.

Sehingga masih berkaitan dengan opini Gus menteri, SID ini ditujukan untuk penguatan pengukuran yang tetap memperlihatkan kearifan lokal serta inovasi desa, Sistem Informasi Desa praktis dijalankan mulai Januari 2020. Isinya berupa asupan data detail tahunan tentang kondisi pada level desa, level rukun tetangga dan keluarga. Validasi dan verifikasi langsung dijalankan di tiap desa dan kecamatan, agar keraguan data bisa langsung dicek di lapangan.

Menurut Gus Menteri pula, seluruh data harus selesai digali pada semester pertama karena akan langsung dipakai sebagai pengukur jumlah dana desa tahun berikutnya, serta sumber informasi bagi perencanaan pembangunan desa. Rekomendasi bagi tiap-tiap desa muncul otomatis dari olahan Sistem Informasi Desa, dan itu harus dipenuhi sebelum bergerak ke item pembangunan lain. Rencana matang SDGs Desa inilah yang bisa dipastikan Indonesia untuk melaju kencang begitu pandemi global Covid-19 mulai teratasi pada 2021.

Puskomedia Mitra Tepat Desa

Puskomedia sebagai salah satu mitra yang ikut andil dalam Gerakan Desa Membangun, selalu memberikan support kepada Desa dengan menyediakan layanan teknologi guna memenuhi kebutuhan IT Desa. Seperti Panda sebagai Sistem Informasi dan Pelayanan Desa adalah Aplikasi berbasis Web Based, yang terintegrasi dengan Aplikasi Mobile untuk mempermudah interaksi Administrasi, Pelayanan, Pendataan, Ekonomi Desa, serta Interaksi Sosial antara Pemerintahan Desa dengan Masyarakat Desa.

Selain itu Puskomedia Net adalah penyedia produk internet Desa dengan layanan internet service provider, sehingga bisa mengoptimalkan Pelayanan publik, Sistem informasi desa, Media komunikasi desa, Memasarkan produk warga desa dan Meningkatkan skill dan SDM warga desa. Dengan aktifnya Internet Desa membuka kesempatan Desa untuk terhubung dengan dunia luas , sehingga akan membantu segala sektor lini kehidupan masyarakat untuk lebih maju dan berdaya, desa berdaulat Indonesia hebat.

Dengan bertransformasi menjadi Desa Digital pastinya akan lebih mendorong desa untuk merealisasikan SDGs, ditambah dengan  jaringan internet Desa akan memberikan kemanfaatan dalam memperkuat pembangunan dalam segala sektor kehidupan Desa, mulai dari kecepatan segala informasi, akses pendidikan yang mudah, pelayanan cepat serta mudah, hingga ekonomi Desa yang semakin terbangun dengan digitalisasi Bumdes.
Lalu sudah sejauh manakah Desa Anda dalam menyiapkan digitalisasi Desa 2021??