Branding Desa Melalui Media Sosial

Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, setiap desa berlomba-lomba membangun desanya untuk mensejahterakan warga desanya sendiri. Pada setiap desa mempunyai potensi untuk mengembangkan dan mengelola seperti wisata desa, budaya, produk desa dan yang lainnya. Punya potensi dan produk desa, jika tidak dikenal pasar dan diketahui masyarakat luas tentu tidak memperoleh nilai yang maksimal dalam peningkatan pendapatan desa dan ekonomi masyarakat. Potensi desa tersebut memerlukan branding agar terkenal oleh masyarakat luas.

Branding adalah proses menciptakan sebuah indentitas yang dikaitkan dengan persepsi, emosi, dan perasaan tertentu terhadap indentitas tertentu. Branding terjadi sebelum pemasaran dan penjualan. Tanpa sebuah merek yang kuat, pemasaran tidaklah efektif. Branding bisa juga merupakan nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dengan untuk membedakannya dari barang atau jasa pesaing. Branding dikatakan dengan sebuah kegiatan komunikasi,

Fungsi dari branding adalah sebagai pembeda, promosi, membangun citra, dan pengendalian pasar. Maksud dari sebagai pembeda ialah dimana prusahaan memiliki brand kuat sehingga akan mudah dibedakan dengan kompetitor. Sementara tujuannya sendiri adalah untuk membentuk persepsi masyarakat, membangun rasa percay masyarakat kepada brand dan membangun rasa cinta masyarakat kepada brand.

Dalam branding juga memiliki unsur-unsur yaitu sebagai berikut:
1. Nama Merek
2. Logo (logo type, monogram, bendera)
3. Tampilan visual
4. Penggunaan juru bicara
5. Suara (lagu tematik)
6. Kata-kata (slogan, tagline, jingle, akronim)

baca juga: Sistem Informasi Desa

Berikut adalah manfaat yang ada di masyarakat sekitar :
– Membangun ketahanan ekonomi
– Menyediakan lapangan kerja
– Meningkatkan standar hidup
– Meningkatkan pendapatan umum dan devisa
– Sebagai kebanggaan lokal

Branding Desa sendiri merupakan perencanaan dan perancangan pembangunan desa (brand desa) dan produk turunannya dibidang ekonomi, pariwisata, budaya dan lain sebagainya. Setiap desa di Indonesia tentu saja memiliki potensi yang berbeda-beda. Saat ini tinggal sejauh mana masyarakat bisa menggali potensi yag ada untuk di eksplore menjadi sebuah brand.

Dalam branding, ada dua cara yang bisa kita lakukan yaitu sebagai berikut:
1. Membangun Branding Desa melalui Website Desa.

Disetiap desa memiliki potensi dan produk yang menarik, baik itu tentang lokal, produk unggulan desa (prukdes), wisata desa, inovasi desa dan lain sebagainya. Website desa salah satu media yang paling efektif untuk membangun branding produk desa. Melalui website desa, pemerintah dapat mempromosikan desa wisata dan potensi lainnya yang dimilikinya untuk diketahui pihak-pihak diluar desa.

Saat ini pun hampir semua desa memiliki alamat website desa. Dari website desa bisa menampilkan semua supaya bisa mengakses untuk semua orang. Baik itu potensi, produk unggulan, kearifan lokal, budaya. Pokoknya apa saja yang ada di desa itu bisa kita unggah di website itu.

2. Membangun Branding Desa melalui Media Sosial

Media sosial merupakan market potensial untuk memperkenalkan potensi dan menjual produk desa kepada khalayak ramai. Meskipun tidak semua media sosial cocok digunakan untuk membranding produk desa. Karena setiap media sosial itu memiliki karakteristik berbeda-beda.

Platform media sosial juga wajib kita gunakan. Baik itu instagram, facebook, twitter, YouTube, atau lainnya. Rasanya, saat ini hampir semua orang sudah akrab dengan semua platform itu. Memang pada masing-masing platform memiliki karakteristik yang berbeda. Contohnya Instagram. Instagram sangat cocok digunakan untuk mempromosikan konten-konten yang bersifat fotografi. Instagram sangat lah cocok untuk menyasar para kaum milenial. Bahkan tidak hanya kaum milenial saja. Instagram juga digunakan oleh masyarakat dari kalangan umur anak-anak hingga orang tua(ibu-ibu atau bapak-bapak).

Berikut penjelasan dari masing-masing media sosial yang wajib digunakan untuk membranding desa:
a. Instagram

Instagram, sangat cocok digunakan untuk mempromosikan konten-konten yang bersifat fotografi dan merupakan salah satu platform media sosial yang paling digemari oleh kaum muda saat ini. Dalam Instagram saat ini juga mempunyai fitur tambahan untuk dapat mempromosikan konten-konten yang bersifat videografi. Fitur tersebut bernama “Reels”. Anda dapat membuat video pendek tentang potensial desa. Serta terdapat fitur khusus untuk melakukan iklan promosi berbayar jika ingin konten Anda diakses oleh kalayak ramai. Tentu ini membuat nilai tambah jika menggunakan Instagram untuk melakukan branding.

Berikut cara melakukan branding melalui Instagram :
1) Bedakan akun pribadi dan akun bisnis, sebaiknya menggunakan akun bisnis
2) Cantumkan merek atau logo
3) Menjalin interaksi yang baik
4) Rutin memposting setiap hari
5) Buatlah konten yang menarik dan kreatif
6) Beri hashtag pada postingan

b. Facebook

Sudah bukan rahasia lagi kalau Facebook merupakan media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak. Pengguna yang begitu banyak mempunyai karakter yang beragam dapat untuk membangun branding desa. Masyarakat yang menggunakan facebook pasti memiliki karakter yang sangat beragam. Contohnya ada yang suka otomtif, bisnis, seni, dan lain sebagainya. Pengguna facebook juga tidak hanya dari kalangan tertentu, melainkan dari berbagai kalangan kaum muda hingga yang tua.
Dengan Facebook, anda bisa berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki minat dan karakter tertentu tanpa harus bertatap muka.

Mengingat dunia maya juga banyak orang tidak bertanggung jawab, tugas anda adalah membuat pengguna facebook lainnya percaya dengan anda terlebih dahulu sebelum mengajak mereka melakukan sesuatu yang anda butuhkan. Supaya orang percaya dengan anda, maka salah satu caranya adalah dengan membangun branding.
Membangun personal branding membutuhkan komitmen untuk tidak melakukan tindakan sembarangan yang bisa membuat orang tidak tertarik dengan anda.

c. Youtube

Youtube merupakan platform popular kedua setelah google. Saat ini konten Youtube sangat beragam tidak hanya menampilkan kegiatan kehidupan individu. Terdapat banyak konten-konten branding berbagai produk dalam Youtube untuk melakukan marketing.
Pengguna Youtube saat ini meningkat karena hadirnya pandemi covid-9, aktivitas online maupun digital pun turut meningkat secara global. Melalui konten video merupakan cara terbaik untuk memperlihatkan berbagai potensi desa. Video memiliki daya tarik tersendiri dan sebaiknya dipertimbangkan dalam branding.

Sayangnya, saat ini masih banyak desa-desa yang kurang cerdik atau mungkin malas menggali potensi desanya. Padahal, jika saja mereka mau segala potensi itu bisa menjadi kekuatan desa untuk mensejahterakan warganya.

Sumber: